Showing posts with label bikin sensi. Show all posts
Showing posts with label bikin sensi. Show all posts

Monday, February 24, 2014

Urus BPJS Tangerang. Be Smart!

Jadi ya jadi gue mau cerita sedikit aja nih tentang riuhnya birokrasi dan sistem mendapatkan layanan kesehatan dari negara di Tanah Air tercinta, Indonesia ini. Minggu lalu, gue akhirnya memilih untuk mendaftarkan diri secara manual di kantor Badan Penyelenggara Jasa Sosial (BPJS) Kesehatan cabang Tangerang.

Semuanya ini diawali dari adek gue, sebut saja namanya Safira, harus terdaftar sebagai peserta BPJS agar masih dibiayai kesehatan oleh kantor lama bokap. Di kantor lama bokap itu ada istilah “Jaminan Hari Tua”. Nah Safira ini lah yang kalau sakit, masuk rumah sakit, dan berobat mendapat penggantian biaya. Sedangkan gue enggak. Iya, karena gue anak pungut. Enggak deng!

Oke lupakan drama gue tentang anak pungut.

Setelah semalaman berusaha berkali-kali (sampai ganti browser) untuk mendaftar secara online di www.bpjs-kesehatan.go.id dan gagal, karena keluar semacam kode-kode eror, Rabu siang jam 14.00 WIB gue samperin tuh kantor BPJS di Tangerang.
Read More

Sunday, December 22, 2013

Completely Confession

I really made it. A completely confession. 

Pengalaman adalah guru yang paling baik. Hari ini pengalaman mengakui, mengatakan kejujuran mengenai suatu hal sudah mengajarkan gue makna ikhlas. Setidaknya ikhlas yang ada dalam persepsi gue. Semoga ini pertanda baik. 

Memang deh, kejujuran itu mahal sekaligus pahit. Mahal karena rahasia sebaiknya tetap jadi rahasia. Sementara pahitnya, karena harus diakui berada di zona nyaman toleransi terhadap diri itu rasanya enak sekali.  

Gue tahu, kamu dipenuhi tanda tanya besar dan menebak-nebak. Butuh pengakuan untuk memastikan sesuatu yang dipertanyakan. Melegakan sekali pastinya ketika pengakuan itu muncul. Iya kan?
Read More

Monday, August 12, 2013

Slow but Sure

Sebenarnya ada dua topik yang beradu di otak, untuk mana duluan yang ditulis di blog. Baiklah, akhirnya gue putuskan untuk menggabungkan semuanya dan Slow but Sure jadi pilihan judul posting. Biar ada benang merahnya :)

Slow but Sure #1. Gue rasa hal ini jadi momok sebagian besar orang Indonesia yang menjalankan Ramadan, khususnya masyarakat ibu kota. Oke, dengan segala kesotoyan gue sih klaim itu. 

Jadi berat badan gue akhirnya naik dengan Slow but Sure. Perlahan tapi pasti nambah. Untuk tahun ini, setelah Ramadan berat badan gue nambah tiga kilogram. TIGA KILOGRAM!! *banting timbangan* *enggak percaya timbangan lagi (iyalah daripada dianggap murtad)*

Bingung deh gue, kenapa sih kenapa kalau Ramadan itu malah bikin gue naik berat badan? Kenapa bukan nambah berat amalan pahala bekal di akhirat aja sih??! Eyaowoh...
Read More

Sunday, May 19, 2013

Open (Love) Letter

Sudah beberapa kali gue coba tulis ini dan ya... lo tahu akhirnya gagal. Gagal melanjutkan sampai selesai, gagal move on juga. Nyebelin.

Gagal menyelesaikan karena masih pikir-pikir "Harus nggak ya gue nulis?", padahal mau ngomong langsung susah. Mau nulis surat juga bingung, ngirim ke rumahnya gimana. Alamatnya nggak punya. Gue yakin kalau minta ke kampus nggak akan dikasih, mau minta ke temennya nanti dipikir macem-macem. Pusing.

Gagal move on. Yah..yaudah nggak usah dibahas kenapa gagalnya. Yang jelas dia masih jadi salah satu yagn terbaik dan membekas. Bekasnya kayak apaan? Awalnya lecet-lecet di bagian hati sebelah kiri atas, ada tiga cakaran sepanjang 10 cm. Sekarang sudah mengering, tapi kalau disentuh masih nyeri. Dan berulang kali nyut-nyutan karena... ya gagal move on. Keinget terus...jijay.

Read More

Thursday, November 18, 2010

Let it flow

Capek ngomongin pertemanan yang itu-itu lagi, tentang dia-dia lagi, di keadaan yang ini-ini lagi. Capek woi.

Just let it flow.
Toh semuanya juga pasti ada proses penyesuaian dan harusnya nggak ada hak untuk buru-buru menilai itu benar atau salah. Karena nggak ada manusia yang bisa ditebak.

Semua juga bakal balik kok seperti semula kok. Atau ya kalau nggak balik, sadarilah itu pernah terjadi dan terus menjadi memori.
Kalau jodoh nggak kemana lah. Percaya.

Gue rasa yang kita butuhin cuma saling percaya dan positif diri.
Read More

Sunday, October 10, 2010

I Found You(rs)

Seperti kata dosen gue, "Terlalu banyak tau itu nggak enak." Dan... Memang bener nggak enak.

Sebenernya kali ini gue bukan banyak tau banget sih. Lebih kayak nggak sengaja tau (lebih banyak). Tentang seseorang yang dipuja sama temen gue, alias gebetan temen gue. Temen gue sampe dengan bangganya bilang kalau dirinya 'Single but not available.' ckckck...
Lalu sampailah kata kepo pada hari ini. Jujur saja, gue memang mati penasaran sama orang yang dipuja temen gue ini. Karena gue pengen tahu manusia kayak apa yang bisa dapet perhatian dari temen gue ini. Dan karena gue juga diam-diam tertarik sama dia sejak semester 1 (meski gue sudah melalangbuana gebet sana sini. 'Witing tresno jalaran suko kulino' sangat berpengaruh untuk gue).

Buka twitter. Ada nama aneh di timeline profilenya temen gue itu. Karena ada sebuah nickname yang nggak biasa ada di timeline dia, gue klik. Keluarlah sebuah profil twitter orang yang jauh dimato tapi dekat dihati teman gue. Semua isi timeline profilnya adalah mention nama temen gue itu. Gue scroll up and... Namanya mengindikasikan nama gebetan temen gue itu. DANG!!

Kalau gue, kepo dan penasaran harus dituntaskan. Jangan setengah-setengah. Sebuah nama yang gue temukan langsung gue direct ke FB. DANG (again)!! Itu memang benar gebetan teman gue itu. HAHAHAHAAHA.. GOTCHA!

Mau ketawa puas nggak kuat karena tahu masih ada apa-apa di antara mereka. Mau mewek juga, ih apaan banget gue, siapa gue(baca:cuma temen lhooo...). Tapi gue nggak boong kalau ngarep :D

Read More

Friday, September 24, 2010

Wednesday, August 11, 2010

Oh Baru Tahu

Awalnya bisa diandalkan. Beragam cerita, rahasia terbuka. Seakan ada yang "ngemong" dan menjadi teman dekat. Memang istimewa.

Baru liat-liat matakuliah lagi. OH BARU TAHU. Ternyata banyak yang hilang.

Sudah jadi rencana dari awal ya? Rayuan tidak mempan apalagi kalau bentakan, bisa-bisa jadi tidak nyaman lagi. Tidak saling kenal lagi.

Yasudah, semua orang berhak memilih selama dia masih punya hidup. Kalo orang mati, tidak ada pilihan, harus dipilihkan Tuhan.

Salam dingin,

Om
Read More

Saturday, July 10, 2010

My Grandma Loves Me TOO Much!

Saat ini gue tinggal punya satu nenek, mama dari papa. Gue menyebutnya Eyang Putri atau kalo lagi nyapa Yang Ti. Orangnya suka ngebanyol, suka cerita-cerita konyol jaman mudanya dulu, cantik parasnya (buktinya masih dikejar-kejar sama pria yang dari dulu naksir doi meski sudah beranak cicit), EKSENTRIK, rajin olah raga, dan sangat amat pinter bikin kue(percayalah gue selalu menggendut setiap Lebaran tiba). Kegiatan sehari-harinya lari pagi, minum multivitamin, ke bank(setiap gue telponan pasti bilang abis dari bank inilah, itulah), arisan sama temen-temennya di Jember. Kalo lagi iseng-iseng biasanya Yang Ti ngisi TTS.
Tiga hari yang lalu Yang Ti menceritakan sebuah kisah yang membuat gue terperanjat, membelalakkan mata, membuat bibir gue lengkungan indah huruf "O" di pagi hari. Berawal dari telepon si nenek gaul yang membangunkan tidur lelap gue. Untung doi nggak marah tau cucunya bangun jam 8 pagi.

Eyang Ti: "Assalamualaikum mbak..."
Gue : "Walaikumsalam Yang..."
E: "Baru bangun mbak? Ini Eyang telfonin dari kemaren kok nggak bisa, kenapa?"
G: "Hehehe..wah nggak tau tuh Yang, dari kemarin emang hapeku mati. Maaf ya Yang...
Tumben nelfon, kenapa Yang...?"
E: "Nggak, cuma kangen aja pengen denger suara cucunda."
G: "Ahhh Eyang bisa ajaaahhhh...."<< style="color: rgb(255, 0, 0);">E: "Eh mbak bude Olly (anak kedua Eyang Ti, kakaknya papa) hari ini berangkat Umroh lho mbak."
G: "Loh iya toh Yang? Aku nggak tau.hehehe"
E: "Iya, bude pamit mau Umroh. Eyang langsung bilang "IKUT! Tahun depan sing budal aku mbe Tysia." Eyang kan juga pengen Umroh. Maret tahun depan kita berangkat ya. Paspor kamu ada kan? Masa berlakunya sampe kapan?"
G: "...... (diam sesaat). Masih sampe Juni tahun depan atau tahun depannya lagi kalo nggak salah. Iya Yang, jadi mau Umroh?"
E: "Iya bulan Maret ya, nduk. Kita Umroh."
G: "....eee biayanya dari mana Yang?"
E:"Eyang bayarin. Nanti semuanya tak tanggung."
G: ".....eeee iya Yang. InsyaAllah."
E: "Yowes, ayo ndang bangun. Mandi. Nanti kapan-kapan eyang telfon lagi. Assalamualaikum.."
G: "Enggeh Yang, ini udah melek. Eyang jaga kesehatan ya, diminum vitaminnya. Waalaikumsalam."
Tuuut tuuuut tuuuut....(telepon diputus dari seberang)

MATI GUE!! Diajakin Umroh? Oh no, gue belum siap!!! Sholat nggak rajin, Quran belum khatam, puasa bolong-bolong, utang puasa sama nazar gue yakin lebih banyak dari puasa Ramadhan... Aduh gimana ye? Umroh booooo!!!! Kalo jalan-jalan ke Arab backpackingan sih gue mau, lah ini pake Umroh. Dari 11 orang cucunya(termasuk gue), kenapa yg dipilih gue? Kenapa nggak Vivi yang juga sepantaran sama gue aja, yang jelas lebih berkualifikasi dari segi iman. Astagfirullah!!!

Gue takut kalo uang yg nanti dipakai oleh gue malah terbuang sia-sia. Gue khawatir ini malah bukan jadi ibadah. Percuma, gue pergi tapi dongkol dalam hati.

Read More

Wednesday, June 30, 2010

Apa yang Harus Gue Tulis?

Gue nggak akan menulis puisi, karena emang bukan jagonya.
Gue nggak akan memposting satu lagu penuh, karena akan dianggap plagiat kalo lebih dari 10%.
Gue nggak akan tulis amarah yang ada, karena mungkin akan memunculkan masalah yang baru.
Gue nggak akan tulis harapan-harapan yang sudah mengacar, karena memang sudah harus dipupuskan.
Gue nggak akan tulis ucapan terima kasih, karena ini seharusnya bukan akhir.

Ini mungkin akan menjadi rangkaian kata yang menjijikkan.

Bukan hal baru lagi, kalau kamu cuek bebek. Dan gue sudah mencoba beradaptasi dengan itu. Seberapa lama? Sejak kita pertama kali chatting.
Seberapa dalam? Nggak tau, yang jelas sih belum mentok. Kan semua yang ada di kamu masih misteri, terlalu rahasia dan privat. Gue sih belum sampai ke sana. Kan kita baru aja deketnya. Kenalnya sih udah lama, iya kan?
Masalahnya apa? Manusia itu unik, kepribadian beranekamacam. Ah terlalu teoritis!

Gemini. Seharusnya kita cocok sih. Kamu elemen udara, gue api. Kalau kata buku ramalan kepercayaan gue, kita bisa menghabiskan waktu bersama di kegiatan alam. Tapi kamu sendiri bilang "Tapi gue gak suka outdoor." Eh bukan itu ding esensinya...

Berarti kamu bukan yang gue butuhin, tapi gue inginkan.

Dan gue masih nggak tau harus menggambarkan keadaan ini bagaimana dalam kata-kata. Semoga kamu sehat selalu. Kita ketemu di Agustus ya! masih ngarep ajeeeee....
Read More

Sunday, June 13, 2010

Ariel dan Video Pornonya

Lagi lagi bikin kasus. Nih kutipan dari detik.com. Baca dulu, silakan...

Jakarta
Jumat (11/6/2010), Ariel dan Luna menjalani pemeriksaan terkait kasus beredarnya video porno mirip mereka di Mabes Polri. Ariel yang diduga merusak kamera wartawan, dilaporkan ke polisi.
Kekasih Luna Maya itu diduga melakukan perusakan kamera terhadap Zikrullah Syubi, kontributor Trans TV. Saat itu Zikrullah sedang melakukan peliputan terkait pemeriksaan Ariel dan Luna di Gedung Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (11/6/2010).
"Kita baru saja melaporkan adanya pengrusakan yang dilakukan Ariel saat meninggalkan Bareskrim," kata Budy Tanjung, perwakilan wartawan kontributor Trans TV.
Dalam laporan tersebut, Ariel dikenakan pasal 406 tentang pengerusakan dengan ancaman maksimal 2 tahun penjara. Keputusan untuk melaporkan mantan suami Sarah Amelia itu dilakukan Zikrullah setelah melalui pembicaraan dengan tempatnya bekerja.
"Laporan hukum tetap berjalan, kamera harus diganti tapi hukum tetap jalan," tuturnya
(http://www.detikhot.com/read/2010/06/11/225324/1376682/230/diduga-rusak-kamera-wartawan-ariel-dilaporkan-ke-polisi)

Nah, menurut pemikiran gue nih... Ini ada serangkaian drama di balik peristiwa tersebarnya video porno yang katanya Ariel itu (padahal emang dia kayaknya, nyata bener mukanye!). Ariel yang akhirnya muncul ke Mabes, walau dia datang 4 hari lebih cepat dari tanggal pemanggilanya (kalo artis dateng kapan aja pasti dilayani ya?). Ketika dia keluar dari pintu Mabes, Ariel langsung diburu wartawan, berharap keluar statemen yang menjawab tanda tanya besar akhir-akhir ini. Nggak tau reflek atau sengaja, itu tangan Ariel muter lensa handycam yang otomatis merusakkannya.
Nah...jadi tindakkan kriminal lagi kan tuh? Gugatan udah dilayangkan ke Mabes. Gue bukan kasian sama Ariel karena kena 2 masalah, tapi ntar masalah videonya keredam gara-gara kasus handycam. Kalo udah keredam, eh ntar lupa deh sama masalah induknya... Oh Indonesia!
Read More

Thursday, April 1, 2010

Bobrok!

Saya tidak berhak marah, karena marah untuk hal itu bukan kapasitas saya.

Saya, kami sedang mengadakan pameran fotografi. Salah satu hajatan besar dari rangkaian unit kegiatan mahasiswa Fotografi yang saya tekuni. Saya anggap ini kali pertama kami menggarapnya secara besar-besaran. Serangkaian acara disusun. Tidak terbatas pada eksibisi foto saja, tapi juga pemutaran film dan musik akustikan di lobby kampus.

Diam (tidak) berarti emas. Sejak awal telah dibentuk kepanitiaan. Semua jelas terbagi-bagi. Semua punya tugas, semua punya tanggung jawab. Tidak ada yang bertanya tentang tugas masing-masing seksi. Berarti semua mengerti. Dan seharusnya semua mengerti. Jika tidak silakan bertanya (dari awal).

Inisiatif berubah jadi ini tugas siapa. H-1, bangun papan eksibisi. Oke lah, tidak banyak yang bisa hadir mengulur keringat karena itu hari minggu. Saya paham. Kegiatan keagamaan tidak bisa jadi nomer dua kan? :)
Hari pertama. Namanya juga hari pertama, beberapa hal masih tampak jauh dari sempurna. Masih ada kurang ini dan itu. Apakah ada yang berbulat tekad untuk menjadikan pameran ini sempurna?
Hari kedua. Surut. Manusia-manusia yang kemarin "setor muka", hari ini mungkin masih "narik muka". Tapi mulai berdatangan ketika workshop dimulai.
Hari ketiga. Makin sedikit yang setor muka. Semua seakan lupa kalau masing-masing punya tanggung jawab. Yang turun tangan, lagi-lagi harus kami, angakatan satu dan dua. Benci sekali jadinya. Tidak ada kerjasama. Kalau besok masih begini, sebaiknya kami buat AD/ART yang jelas untuk UKM ini.

Saya seperti ditampar. Sang ketua acara langsung turun tangan dalam kegiatan perizian dan perlengkapan. Tidak ada inisiatif. Semua harus dikomunikasikan secara verbal dulu, baru bergerak.

Ayolah teman, ini pameran bersama. Tugas lo bukan cuma setor foto! Urus juga dong foto lo, kelangsungan pameran dari foto-foto kita. Mana rasa kebersamaannya? Katanya together we learn. Kenapa kita tidak bersama-sama belajar mendukung satu sama lain?
Read More

Monday, March 15, 2010