Showing posts with label My Daily Habit. Show all posts
Showing posts with label My Daily Habit. Show all posts

Monday, August 5, 2024

Karya 3 Game Developer Ini Gue Suka Banget!

Game adalah pelarian gue dari kepenatan. Selain nongkrong sama temen untuk ngopi. Kalo ngopi masih ada effort-nya untuk keluarin uang dan pergi ke coffee shop, nah main game menurut gue effortless. Sangat effortless, hehehe. Main dari satu game ke game yang lain, lama-lama gue menyimpulkan karta 3 game developer berikut ini adalah yang paling gue suka. Nama-nama ini menurut gue punya karakternya masing-masing. 

Tapi balik ke dasarnya dulu deh. Jenis game seperti apa yang gue suka? Ternyata gue suka game yang slow dan no pressure. Emang kayaknya gue anaknya nggak kompetitif kali ya, hahaha! Seperti di atas gue sebutin, game adalah pelarian dari penat. Jadiiii... menurut gue seharusnya game membawa kesenangan, menenangkan, dan worth my time di akhir permainan. Sejauh ini genre game yang gue suka ternyata management, simulator, atau strategy

Review Game Developer

Jadi sejenis PUBG atau Mobile Legend bukanlah jenis game yang gue banget. Dulu sempet main sih PUBG, tapi pada akhirnya gue menyerah karena beberapa alasan. Satu, karena pressure-nya ada banget. Harus jadi team player yang bagus (atau gue jadi terpacu validasi gengsi jago main). Seringnya ketembak duluan pas nge-loot, hahaha ... Kedua, keterbatasan device & lain-lainnya. HP cepet panas, internet pas main kadang nggak performed, dan nggak bisa pause game di tengah permainan karena kebelet atau kayak nyokap tiba-tiba nyuruh gue ngelakuin sesuatu.

Lalu kenapa bukan Mobile Legend? Karena gue nggak ngerti. Asli. Terlalu banyak hero, skin yang harus di-upgrade apa lah itu, dan lain-lain. Upgrade ini itu bisa menjadi awal gue FOMO. Sungguh game yang tidak menenangkan sama sekali untuk gue. Gue kagum sama players yang bisa catch up dengan updates di Mobile Legend.

Hingga akhirnya setelah mencoba game di HP dan desktop, karya 3 developer game ini adalah idola gue. Berawal dari satu game, lalu coba gamenya yang lain, yang lain, dan yang lain. 

1. Game Developer "The Sims": Maxis

Game mereka masih gue mainin banget. SE-CIN-TA itu sama The Sims. Pertama main The Sims 1 itu sekitar SMP. Masih pake copy crack apalah itu. Gue nggak pernah bisa copy crack, selalu minta bantuan sepupu gue, haha kasian dia dimintain tolong terus 🙏. Padahal banyak kan expansion pack-nya The Sims 1 itu. Hot Date, Vacation, Unleashed kayaknya yang pernah gue mainin. 

The Sims 1 wikipedia

Sampai 2024 ini pun gue masih main The Sims. Hail The Sims!!! Terbekatilah mereka yang berada di balik Maxis. Konsistensi memproduksi game yang patut diacungi jempol. Selalu ada expansion packs yang keren. Kayak yang terakhir kan malah ngeluarin versi bisa bikin kostan di The Sims 4. Cool!

Gue main The Sims 2 tahun lalu, tapi ternyata berat sekali. Loading game-nya lamaaaaa... Juga pakai kapasitas laptop gue sampai 13 Gb untuk penyimpanannya. Jadi gue drop. Tapi gue drop juga karena gue upgrade ke The Sims 3, heheheh... The Sims 3 lebih ringan. Barangnya lebih bagus-bagus (yaiyalah bagus karena render-annya juga lebih halus 😑). Mata terpuaskan, loading-nya lebih cepet, dan kapasitasnya jauuuuhh lebih sedikit.

The Sims 4 sempet gue mainin via Steam. Tapi karena laptop gue bukan untuk gaming, terasa sangat berat. Plus, gue harus terkoneksi internet. Bisa sih ya katanya offline Steam, tapi gue nggak mudeng caranya. Katanya udah free download juga, tapi ya itulah gue nggak mudeng & laptop ini speknya kurang gahar. Jadi gue main The Sims 3 sekarang.

The Sims 3 Wikipedia

Pernah juga coba mainin yang Medieval. Tapi karena gameplay-nya sangat berbeda, jadi gue uninstall. Sempet juga main yang The Sims FreePlay & Mobile tapi menurut gue kurang memuaskan aja. Bangun rumahnya harus sepetak demi sepetak dari menyelesaikan objectives. Not worth my time...


2. Game Developer pake pixel: Kairosoft

Satu kata untuk game developer Kairosoft, KREATIF! Sumpah ya banyak banget karya game mereka ituuu... Akan capek kalo nyebutin satu-persatu, hahaha! List-nya bisa lo lihat di sini.

Mereka menghasilkan game dengan background story yang sangat beragam. Beberapa yang gue mainin berulang kali karena ganti device di antaranya, Bonbon Cakery - ini game jadi pembuat roti & kue gitu. Terus nanti bisa ikut kompetisi, ngumpulin bahan-bahan seasonal, meningkatkan kualitas produk kita dari bahan-bahan itu. Bisa naikin kemampuan chef-nya juga. 

Dream House Days yang ceritanya kita ini landlord apartemen gitu. Bukan sekedar melengkapi kamarnya biar levelnya naik & otomatis harga sewa naik, tapi juga bisa menjodohkan antar penghuni. Luv!

Kairosoft game developer Dream House Days

Ada juga yang gue suka. Namanya Cafetaria Nipponica. dari namanya aja udah ketahuan ya ini tentang makanan lagi, hahaha! Pernah juga main Grand Prix. Seru juga ini, jadi tim balapan mobil. 

Tapi dari semua game di atas adalah visualnya yang menurut gue sangat konsisten. Semua produk dari game developer asal Jepang ini adalah pixel art. Beda banget sama The Sims yang detail muka ekspresi. Justru gamenya Kairosoft ini blur kotak-kotak. Pernah nonton film Pac Man atau lihat huruf di Wreck It Ralph? Nah, kayak gitu. 


3. Game Developer Chimpanzee LLC

Chipanzee LLC iOS game developer

Kalau sama game developer yang ini gue baru penjajakan. Alias baru beberapa game-nya yang gue mainin sejak jadi iOS user. Karya Chimpanzee LLC belum masuk di Play Store. 

Alasan gue suka sama games mereka adalah sangat compact and sophisticated. Gameplay-nya sesimpel pencet ini, pencet itu untuk menaikkan level. Muter-muter aja di situ sampai bosen, hehehe. Gue mainnya di HP & nggak menghabiskan banyak baterai. Otomatis device nggak panas walau lama main. 

Dan satu lagi, mereka ADS FREE!!! Asli ini asyik. Game-nya gratis, grafisnya bagus, user interface-nya simpel. Main sekali mungkin lo akan bingung, tapi setelah 2 atau 3 kali lancar.

Berawal dari karya mereka Music Band Manager. Nama adalah keterangan background story-nya. Tuh kan mereka simpel sekaliii ... Jadi manajemen artis-artis gitu. Kapan mereka bikin lagu, lagunya enaknya di-collab sama siapa, bikin video klip kapan, rilis kapan, pantau tangga lagu, upgrade personal skills, sampai ada lho kayak penghargaan Grammy-nya gitu. 


Movie Star Chimpanzee LLC game developer

Selanjutnya gue main Music Star. Masih mirip-mirip ya. Tujuannya juga sama. Tapi point of view sedikit geser. Lo adalah musisinya, bukan manajemen artisnya. Tetap bebas pilih kerjasama sama artis siapa & lain-lain. 

Sempat main Hollywood Movie Star juga. Nah yang ini lo sebagai seorang aktor. Kirim-kirim portfolio, ikut casting, sampai akhirnya bisa menang penghargaan Emmy & Oscar yang ada setiap tahunnya. 

Masih ada beberapa game lainnya. Gue coba Influencer tapi masih belum ketemu nih cara jadi kayanya, huhu. Coba yang Homeless Trader juga menurut gue lama banget buat suksesnya. Nggak menenangkan dan not worth my time!!


Segitu dulu ya sharing gue. Nggak tahu juga kenapa pengen nulis ini, setelah terakhir 2023 akhir gue update blog, hehehe. Yang jelas waktu sehari-hari gue lebih banyak main game sekarang daripada menulis di blog. Agak aneh juga, awal berkarir selalu menulis lalu sekarang makin tipis niat untuk update. Bahkan untuk ubah theme, mengoptimasi blog jadi website, & beriklan pakai Google Ads. Kelihatan kan ya perubahan gaya penulisan gue dari post ke post? HAHAHA ... sungguh tidak konsisten.

Nulis satu post ini aja udah alhamdulillah... Thank you!

Read More

Sunday, October 26, 2014

Hayday, Made My Day

Jayus ya judul posting-annya? Haha.

Seiring dengan kesibukan gue di kantor (sekarang udah jadi anak kantoran :D), kerja di balik meja yang jarang-jarang aja keluar, kemudian jadi tambah gendut, karena kalau keluar hanya untuk makan siang dan jajan sore (hey, ini jadi ke mana-mana deh)...gue jadi punya pelarian baru.

Untungnya ini masih dalam batas normal. Bangun tidur, pegang android, yang dibuka Path. Selesai. Dilanjut dengan buka....HAYDAY!!!

Read More

Friday, June 13, 2014

Letysia on Email

Dear all of you, my blog readers...

Semenjak kerja jadi orang kantoran, tepatnya karyawan sebuah menejemen mol di Tangerang, gue jadi punya kebiasaan memulai email dengan "Dear...". Entah karena latah atau biar lebih akrab aja (tapi kayaknya karena latah sih), gue sendiri geli kalau kirim email pake kalimat pembuka itu. Mindset gue, "Dear..." sama dengan sayang. Padahal yang gue kirimin email belom tentu gue sayang. Kayak ada nih satu media relations radio yang kalau telepon atau body text email songong banget! Najong syalala banget! Tapi tetap gue kirimin email pake "Dear...", enggak bisa jadi "Eh Nyet..." karena email di-carbon copy (Cc) ke atasan. Hoam...

Sebenernya apa ya yang mau gue tulis di sini? Lagi buntu. Tapi gue cerita aja kali ya tentang Tangcity Mall ini. 
Read More

Sunday, July 7, 2013

Liputan Banjir Pluit

Gue foto dari atas jalan tol lho ini, naik motor~
Meski intensitas hujan di Jakarta dan sekitarnya mulai menurun, tapi masa-masa suram untuk liputan banjir masih cukup mengena. Kali pertama liputan banjir itu sekitar bulan akhir Januari, kayaknya yang banjir besar di Pluit itu deh.

Banjir Pluit itu memang gila-gilaan! Menuju lokasi banjir aja tuh harus naik perahu ngapung ecek-ecek atau ikut rombongan Marinir yang tugas antar logistik, itu karena di RW 02 hingga seterusnya sampai ke Utara itu   airnya makin tinggi. Perbedaan kedua transportasi itu ya, yang satu gratis, satunya lagi bayar. Biasa pada cari momentum. Sewa perahu ecek-ecek itu bisa sampai Rp50.000 sekali jalan, padahal cuma dari gabus ditumpuk-tumpuk.

Read More

Tarif Progresif + Jadwal Commuter Line Relasi Rawa Buntu - Tanah Abang

Akhirnya! Harga tiket Commuter Line (CL) murah juga. Harganya turun jauh, ini setelah ditunda selama sebulan dengan alasan mau menyosialisasikan penggunaan e-ticketing ke penumpang kereta api. Kepotong banyak banget, lebih dari setengah harga semula. Yang jelas, perubahan ini sungguh membawa perubahan berarti untuk gue secara pribadi yang pengguna kereta api dan masih digaji seharga kelas pekerja cere' di kantor. 

Kalau sebelumnya, harga tiket CL itu Rp8000 dengan sistem tarif flat alias semua stasiun harganya sama. Mulai Juli 2013, PT. Kereta api Commuter Jakarta (PT. KCJ) menetapkan tarif progresif yang artinya dihitung perjarak tempuh penggunanya. Sekarang, tarif naik kereta api berpendingin gerbong (maksudnya pakai AC) jadi Rp2000 per lima stasiun dan harus tambah Rp500 aja untuk tiga stasiun berikutnya. 

Maaaan... PT. KCJ baik banget! Tapi apa nggak rugi ya?
Read More

Saturday, December 15, 2012

Random Giling

Sungguh terlalu memang ke-random-an perut gue...

Seharian ini pola makan gue berantakan. Semuanya karena kasur gue yang posesif, nggak mau gue tinggal tuk kerja *haha cari kambing hitam* sebenernya gue yang agak susah bangun dan masih demen ngolet-ngolet sampe setengah jam. Walhasil, gue tadi nggak kekejar naik kereta Commuter Line AC yang jam 6.15 pagi. Dari rumah gue udah ancang-ancang tuh...Jam enam pagi baru kelar mandi, ya bakalan nggak sempet sarapan, so gue putuskan untuk bawa bekal.
Jalan dari rumah jam 6.08, gue sih udah..*bentar gue BAB dulu. ada aja lagi pengen BAB jam segindang*

Read More

Monday, July 5, 2010

Tepuk Tangan untuk Edward - Eclips


Pada kebanyakan film sekuel, yang pertama terlihat lebih apik dibandingkan dengan yang kedua, ketiga, atau keberapannya. Contoh yang menurut gue nggak oke sequelnya Final Destination 4, Lord of The Rings, dan ini nih si film ababil: Eclips.

Isi filmnya masih seputar cinta segitiga antara Jacob-Bella-Edward. Si Bella yang mulai nyebelin sejak di New Moon karena sifat plinplan dan lemahnya masih mendominasi film yang diangkat dari novel ini. Intinya Bella tetap jadi incaran klan vampir lain dan keluarga Edward masih sok melindungi. Bella masih dengan kedekatannya dengan Edward, tapi juga kayak nggak nolak kalo dicium Jacob. Gue pikir si Bella emang jablay kelas bule deh. Abis ciuman sama Edward, eh mau dipeluk plus dicium sama Jacob. Dan bagian yang menunjukkan "how bitchy she is" adalah ketika doi ngerayu Edward untuk ditiduri! Untung diharap untung, Edward nggak mau having sex sebelum menikah. Cakep dah lo bang!!!
Gue tidak mengidolakan Edward, sama sekali enggak. Tapi kagum banget sama keteguhan hatinya waktu adegan di tenda dimana Jacob berusaha menghangatkan tubuh Bella yang mengigil karena kemah di puncak gunung dalam cuaca badai. Terjadilah perbincangan antara Jacob dan Edward sedangkan si Bella enak-enak tidur (sialan banget kan emang ni si Bella), inti obrolan mereka adalah menjatuhkan mental Edward untuk memiliki Bella seutuhnya. Untung diharap untung lagi, Edward kayaknya mantep mau menikahi Bella dan nggak peduli sama kata-kata Jacob yang kekeuh mendapatkan Bella. Baik juga nih si Edward, Mr.White Heart. Yaaahh..semoga aja dengan bersatunya Bella dan Edward dalam pernikahan, Bella jadi nggak egois dan seenak jidat jenongnya.

Untung diharap untung lagi dan lagi, film ini masih ketolong sama adegan berantem dan beberapa shoot mobil keluarga Cullen yang ciamik. Lumayan liat keluarga vampir bergulat bak petarung dan menang lagi waktu berantem sama anak buahnya Victoria. Alhamdulillah hiburan dikit...hehehe :D

Read More

Sunday, May 9, 2010

Medley DVD

Berawal iseng-iseng beli dvd di lippo karena emang lagi kebanyakan duit. Hahaha... nggak deng, kemaren lagi nganterin Fina betulin si filter UV DSLRnya. Eh di Lippo kan banyak tukang dvd tuh, ya mampirlah. Liat-liat film, eh kok banyak yang belom gue tonton. Dan seperti mendapat durian runtuh, mbak penjualnya bilang, "1 tujuh ribu, kalo beli 3 dua puluh." Cling! Langsung nyabet beberapa judul yang kira-kira menarik dan sudah pernah terdengar desas-desusnya kalo film-film itu memang bagus (based on my friends watching experiences).

Dua hari berturut-turut nonton dua dvd. Nggak bosen. Yaiyalah, wong gue jarang nonton dvd. Jadi kayak aktivitas baru yang jauh dari kegiatan sehari-hari. Mama gue bukan orang spend beberapa uangnya untuk beli dvd, *kayaknya lebih buat makan deh!* maka saya agak kuper soal film memfilm. Kalo nggak diajak nonton sama temen-temen juga nggak bakal menikmati gambar berdurasi rata-rata 1,5 jam itu.

Film pertama, Bangkok Traffic Love Story.
Ceritanya sih simpel, tentang cinta-cintaan lagi. Tapi serunya ini adalah film Thai yang tidak ada hantunya(tolong garis bawahi itu)! Cinta yang bego, tapi namanya jatuh cinta pasti kadang keliatan bego,hahaha. Adegan teringat: waktu si cewek liat kotak berisi barang-barang si cowo yang nggak sengaja dia pecahin.


Film kedua, 3 Idiots.
Hey ini film India loh! Ya, masih seputar nyanyi-nyanyi se-RT, tari sana tari sini, dan hujan yang sok-sok jadi efek kalo dua pemain lagi saling menatap. Hebatnya, film ini nggak sepenuhnya cinta-cintaan sepasang kekasih. Yang paling jadi POInya tentang persahabatan. Gue menangis beberapa kali di adegan pengorbanan pada sahabat. Rock!!!



Hey, I have 3 film to go. Masih ada Time Travelers Wife (yang ditungguin di bioskop tapi nggak muncul-muncul, atau gue yang udah kelewatan?), 500 Days of Summer(akan berusaha menemukan OST by Tramper Trap), dan Inglourious Basterds yang katanya sih konyol.. Lets I see one by one.
Read More