Showing posts with label Kepikiran Sambil Mandi. Show all posts
Showing posts with label Kepikiran Sambil Mandi. Show all posts

Saturday, August 21, 2010

I Wanna You to Know My Name!

Tema curhat: Cinta
Subjek: Salah satu mahasiswa Ilkom 09
Isi curhat: Penyesalan

Dear salah satu mahasiswa Ilkom 09,
Hai. Sumpah gue baru berani bilang "Hai" ke lo di blog ini.
4 hari yang lalu kita bertemu. Lo duduk di trotoar parkiran belakang kampus. Ketika setelah upacara bendera.
Memang gue duluan yang melihat lo. Meski tidak ada kontak mata saat itu. Lo memang menarik.

18 Agustus. Penasaran lo jadi apaan di OMB. Setiap gue pergi ke lobi untuk ambil snack dan makan siang. Eh ujung-ujungnya ketemu di 520, saat lo ambil makan siang. nice.
19 Agustus. Ternyata lo anak Ilkom 09. Beruntung sempat sekali ngobrol nggak sengaja sama lo. Kumpul Prodi dan evaluasi panitia jadi kesempatan curi-curi pandang. Niat: besok gue harus kenalan sama lo!
20 Agustus. masih dengan misi cari-cari lo. banyak kesempatan untuk gue kenalan, momen lo sendiri, sama temen seseksi bidang gue, harusnya bisa gue manfaatkan untuk kenalan. Oh gengsi ini terlalu besar. Pundung setengah mati karena batal kenalan. And I just wanna you to know my name!
21 Agustus, 00:43 min. Makasih udah diterima jd teman di FB. Semoga kita bisa saling menyapa. Atau mungkin suatu hari kita makan siang dan jalan bersama? And you are my curios is...

---> Intermezo: Gue baru liat profile FB lo. Hey Aries!!! hehehe. Kapan-kapan kita nonton ya, nanti cemilannya popcorn manis aja. Biar kita bisa share :)
Dan tentang Yunani... Mungkin nggak kita kesana bareng? Hahaha hampir mustahil ya kayaknya! Yunani sebenernya tempat yang mau gue tuju selain Vatican dan Barcelona. <---
Read More

Wednesday, August 4, 2010

Mama Senang, Saya Bete.

Hari ini mama ulang tahun lho! Tali umurnya jadi tambah pendek, eh nggak tau ding. Gue takut dibilang sotoy sama Allah.hehehe. Yang jelas doa "semoga panjang umur" tidak keluar dari mulut saya. Kenapa? Alasannya ada dipostingan saya sebelumnya.

Ucapan selamat teriring dalam postingan ini:
Untuk mama, ibu dari segala mama. Kok dari ibu ke mama? nggak nyambung. Emang, sengaja biar lucu tapi ternyata jayus.
Wish you all the best sering kali diucapkan untuk merangkum semuanya. Maka saya akan memerincinya;
Semoga kau cepat diselamatkan Allah dari hiruk pikuk dunia yang hampir berantakan, musnah di tahun 2012.
Semoga kau kembali ke jalan yang benar.
Semoga kau selalu diberkahi semangat juang, mendidik, mengayomi, dan menjadi panutan anak-anakmu, adik-adikmu, keponakan-keponakanmu, murid-muridmu, dan cucu-cucumu kelak.
Semoga kau masih bisa memandang aku dan Safira menjadi sarjana suatu hari nanti.
Semoga kau tidak bosan dengan hidupmu. Karena Allah senantiasa memutar roda.
Semoga kau terima doaku ini, bukan harapanku.


Sembah sungkem, Tysia.

Yaitu deh kira-kira doa gue. Kalo ada doa yang lupa tersebut, mungkin karena gue lagi bete sekarang. *ngelesss...
Tapi gue emang lagi bete. Lagian si mama nih, pake sok-sok malu nggak mau ramein acara tiup lilin dari surprise kue yang gue bawa. Sodara-sodara sok nggak nyanyi juga. Haelah di D'cost doang yang ramenya paling sauprit sok-sok nggak mau jadi pusat perhatian. Kampret. Jadi krik krik kan. Padahal kan niat gue mau bikin mama seneng. Kapan lagi coba gue punya duit agak lebih, yang ridho gue beri untuk mama. hah. yaudah lah. Ya harapan gue, semoga taun depan rejeki gue masih tetep ngalir, jadi kasih kado lagi, suprise party lagi. Udah tua bukan berarti nggak boleh dikasih kejutan kan? Gue yakin mama nggak punya penyakit jantung kok ;)

Read More

Sunday, July 18, 2010

Doa Bijak

Gue teringat kata-kata orang sekitar gue ketika bokap meninggal dunia, "Papa kamu itu orang baik. Jadi disayang Allah. Diselamatkan lebih dulu, supaya tidak ternodai oleh perbuatan dosa yang ada di bumi ini." Begitu kira-kira kata mereka. Jadi orang yang meninggal duluan itu adalah orang yang lebih di sayang Yang Maha Pemberi Hidup dan yang meninggal belakangan adalah orang yang teratas namanya dalam daftar menuju neraka gitu? Oh so pitchy!

Kalau orang ulang tahun biasanya selain diberi ucapan selamat akan diberikan juga sebuah atau serentetan doa yang isinya positif untuk masa mendatang. Mulai dari semoga panjang umur, enteng jodoh dan rejeki, banyak uang, sukses dalam pekerjaan, sampai kata "all the best" untuk merangkum rangkaian doa yang ~ alias tidak terhingga. Maka sampailah pada pertanyaan, kita yang didoakan panjang umur berarti kita diharapkan tidak akan cepat menemani Tuhan dan dibiarkan tergoda melakukan dosa selama rentang waktu hidup? Tapi kenapa gitu ya?

Jadi mendingan nggak usah didoain panjang umur biar cepet mati dan lebih sedikit menganggung dosa selama hidup.

Allah ku Yang Maha Mengetahui, berikanlah aku pengetahuan yang luas dan daya pikir yang menajubkan sehingga aku bisa bijak memandang kebimbangan doa ulang tahun ini. makasi.
Read More

Tuesday, June 22, 2010

Selamat Ulang Tahun Papa

Aku nggak akan nulis ucapan terima kasih buat papa, karena nggak akan cukup juga ber-post-post untuk ngurutin itu semua. Too much and priceless, Pa. Yang penting aku udah pernah ngerasain dan terus akan mengamalkan ilmu dari papa.

Dulu, dua tahun lalu. Aku sholat 5 waktu seharian, doa sana-sini, berharapnya papa dateng di hari ulang tahun aku yang ke 17. Sampe sholat malem, nangis jungkirbalik eh taunya nggak muncul-muncul juga, even dalem mimpi ajaaaaa.... (mungkin harus sholat setahun penuh kali ya, Pa). Tahun depannya, udah nggak ngarep apa-apa lagi. Yang penting mama dan adek masih bisa ngucapin "Selamat ulang tahun, Mbak". And you? Will be always say that even not sound around, even that day not my birthday.

Selamat ulang tahun, Pa. Semoga aku masih bisa ngucapin itu di tahun-tahun mendatang (nggak pernah lupa kalau 22 Juni is yours). Harapan? Semoga kita masih bisa saling mengingat. Masih bisa ketemu dalam mimpi. Papa bisa ketemu Yang Kung, Ati, Bapak, Fauzan di sana jadi nggak sendirian. Papa berdamai dengan tetangga di makam. Papa nggak kecewa kalau aku lupa sholat, doa, dan ziarah. (Apalagi Pa, aduh aku nggak nemuin kata-kata yang pas. Mungkin kalau kita saling bertemu muka tiap hari, mungkin aku tau persis harapan apa yang aku minta ke Allah untuk dikabulkannya di hari jadimu).

Pa, kalau nanti mama menikah lagi. Izinkan aja ya. Biar ada yang menemin dia kalau nanti aku sama adek udah pada kerja. Dan nanti kalau mama menikah lagi, aku nggak bakal panggil dia "PAPA" kok, papa aku cuma satu yaitu Pak Otty(oh God, gue menuliskan lagi huruf o-t-t-y. Kangen, karena biasanya nulis nama lengkap papa di segala macam dokumen resmi). Papa aku cuma Pak Otty. Cuma satu. Mungkin si Om Burhan akan aku panggil dengan sebutan lain, mungkin akan tetep "OM" atau "Ayah" hmm entahlah aku masih belum kepikiran.
Read More